SATE KLATHAK
Sate Klathak adalah kuliner khas dari Plered, Bantul, Yogyakarta, yang terkenal karena keunikannya dalam bahan dan cara penyajiannya.
Ciri khas utama sate ini adalah:
- Tusuk Sate dari Jeruji Besi: Berbeda dengan sate pada umumnya yang menggunakan tusuk bambu, sate klathak menggunakan jeruji besi (biasanya dari roda sepeda) sebagai tusukannya. Penggunaan besi ini bertujuan agar panas dari bara api dapat menghantarkan panas secara merata ke seluruh bagian daging, sehingga daging matang sempurna hingga ke dalam namun tetap empuk dan juicy.
- Bumbu yang Sangat Sederhana: Sate klathak hanya dibumbui dengan garam dan kadang sedikit merica atau bawang putih. Kesederhanaan bumbu ini ditujukan untuk menonjolkan rasa asli daging kambing muda yang gurih alami.
- Penyajian: Sate ini disajikan polos, tanpa bumbu kacang atau kecap manis seperti sate lainnya, dan biasanya disertai dengan kuah gulai encer panas sebagai pelengkap.
- Asal Nama "Klathak": Nama "klathak" berasal dari suara khas "klatak-klatak-klatak" yang muncul saat daging kambing yang hanya dibumbui garam tersebut menyentuh bara api panas saat dibakar.
Sate klathak telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia dari DIY dan menjadi salah satu kuliner legendaris yang wajib dicoba saat berkunjung ke Yogyakarta. Salah satu warung sate klathak yang paling legendaris dan terkenal adalah Sate Klathak Pak Pong.

0 Komentar