CAK INGKLING
Permainan engklek di Sumatera Selatan disebut Cak Ingkling atau Cak Engkleng dan dimainkan oleh anak perempuan maupun laki-laki. Cara bermainnya adalah melompati kotak-kotak yang digambar di tanah sambil memegang sebuah "gaco" (pecahan keramik/batu), di mana setiap pemain harus bergantian dan mengikuti aturan tertentu. Permainan ini bertujuan melatih keseimbangan, ketelitian, dan kebersamaan.
Cara bermain
- Membuat gambar: Gambar kotak-kotak di tanah menggunakan kapur atau arang, dengan jumlah dan bentuk yang bervariasi.
- Membagi gaco: Setiap pemain membutuhkan gaco, berupa pecahan keramik, genting, atau batu pipih.
- Menentukan urutan: Urutan permainan ditentukan dengan suit atau hompimpa.
- Melempar gaco: Pemain pertama melempar gaco ke kotak pertama.
- Melompat: Pemain melompat dengan satu kaki dari satu kotak ke kotak lainnya secara berurutan, dan melompati kotak yang berisi gaco.
- Mengambil gaco: Pemain mengambil gaco saat melompat kembali ke titik awal.
- Lanjutan: Pemain kemudian melempar gaco ke kotak berikutnya secara berurutan, dan melanjutkan permainan hingga selesai.
- Akhir permainan: Pemain yang berhasil menyelesaikan semua kotak dianggap sebagai pemenang.
Aturan dan variasi
- Setiap daerah memiliki aturan yang sedikit berbeda, tetapi prinsip dasarnya sama.
- Ada berbagai macam pola dan nama untuk permainan ini di daerah lain, seperti "Cak Engkleng" di RRI dan "Gedrek" di Belitang Sumatera Selatan.
- Permainan ini dilakukan sampai seluruh kotak selesai dimainkan dan setiap pemain berhasil menyelesaikan semua urutan lemparan.
- Jika ada pemain yang salah melempar gaco atau salah melangkah, maka akan terjadi pergantian pemain.
Manfaat permainan
- Motorik kasar: Melatih keseimbangan, koordinasi, dan kekuatan otot kaki.
- Kognitif: Melatih kemampuan berhitung, perencanaan gerak, dan konsentrasi.
- Sosialisasi: Mengajarkan kerjasama, kekompakan, dan menaati aturan permainan.

0 Komentar