BIR PLETOK
Bir pletok Jogja" mengacu pada bir pletok yang dibuat secara inovatif dengan adaptasi dari resep bir jawa di Yogyakarta oleh pengrajin seperti Dwi Sudiantono dari Gubug Rempah. Minuman ini sebenarnya bukan bir alkohol, melainkan minuman tradisional non-alkohol dari rempah-rempah seperti jahe, kayu manis, sereh, dan secang, yang menghangatkan, menyegarkan, dan memiliki cita rasa pedas manis.
Karakteristik bir pletok di Jogja
- Inovasi dari bir jawa: Terinspirasi dari Bir Jawa yang konon merupakan warisan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.
- Bahan-bahan: Kombinasi rempah seperti jahe merah, sereh, kapulaga, kayu manis, cengkeh, bunga lawang, adas, daun jeruk purut, pandan, cabe jawa, secang, dan lada hitam.
- Cita rasa: Perpaduan rasa pedas, manis, dan hangat dari rempah-rempah yang kuat.
- Warna: Merah cerah karena penggunaan kayu secang.
- Cara penyajian: Bisa disajikan panas atau dingin. Beberapa varian inovatif bahkan bisa disajikan dengan cara dikocok untuk menghasilkan suara "pletok" dan busa.
Mengapa dinamakan "bir pletok"?
Nama "pletok" berasal dari suara yang timbul ketika minuman dikocok di dalam wadah, menciptakan buih dan suara "pletok".
Manfaat bir pletok
- Menghangatkan tubuh
- Menyegarkan
- Bisa dikonsumsi oleh semua kalangan, termasuk anak muda dan orang tua
- Tidak memabukkan karena tidak mengandung alkohol
Keunikan di Jogja
- Di Jogja, bir pletok seringkali dikaitkan dengan wedang uwuh, minuman serupa yang juga menggunakan aneka rempah.
- Beberapa produsen seperti Gubug Rempah mengadaptasi resep tradisional menjadi produk yang lebih modern dan menarik bagi anak muda.

0 Komentar